BOJONEGORO||TRANSISINEWS -Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Periode 2026–2031 yang dirangkai dengan Pelatihan Policy Brief di Balai Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang bertema “Penguatan Konsolidasi Organisasi dan Penyusunan Program Kerja” ini diselenggarakan untuk merumuskan arah strategis organisasi selama satu tahun ke depan sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Rakerda dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Bojonegoro, Hj. Cantika Wahono, S.SE.
Dalam sambutannya, Cantika mengapresiasi komposisi pengurus ICMI yang diisi oleh akademisi, intelektual, peneliti, profesional, birokrat, hingga pengusaha.
“ICMI hadir sebagai jembatan antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda. Melalui Rakerda dan pelatihan policy brief ini, kita ingin memiliki bank data serta daftar isian masalah yang menghasilkan rekomendasi kebijakan responsif, strategis, dan berdampak nyata bagi masyarakat Bojonegoro,” ujar Cantika Wahono sebelum membuka acara secara resmi dengan bacaan basmalah.
Ia menambahkan, berbagai isu strategis mendesak untuk dikawal bersama, meliputi peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, pengembangan UMKM dan ekosistem halal, kesehatan (penurunan stunting), digitalisasi, hingga ketahanan pangan dan lingkungan.
Ketua ICMI ORDA Bojonegoro saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Dr. H. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam merealisasikan program kerja organisasi yang berbasis volunteer (kemasyarakatan).
“ICMI tidak mungkin bekerja sendiri tanpa kolaborasi. Kita berkomitmen menyinergikan program kerja ICMI dengan Pemkab Bojonegoro, perguruan tinggi, organisasi profesi seperti IDI, hingga media massa. Fokus utama kita adalah memberikan kontribusi konkret untuk mendukung Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tegas Arief.
Arief juga menyoroti kesuksesan sejumlah program kolaboratif yang telah berjalan, seperti ICMI Mengajar yang melibatkan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bojonegoro, program ICMI Sehat, hingga edukasi kesehatan mental mahasiswa.
Terkait pelatihan policy brief, Arief menjelaskan bahwa langkah ini disiapkan agar 7 divisi di bawah ICMI Orda Bojonegoro mampu menginventarisasi persoalan sosial di lapangan dan menyajikannya dalam bentuk kajian kebijakan terstruktur.
“Masukan atau policy brief yang disusun akan kita serahkan kepada Pemkab Bojonegoro sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan daerah. Soal apakah rekomendasi itu akan diterapkan, sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkab. Yang terpenting, ICMI mengambil peran aktif dan berpartisipasi untuk daerah,” pungkasnya.
Kegiatan Rakerda dan Pelatihan Policy Brief ini turut didukung oleh pihak perbankan syariah dan BUMN seperti BSI dan BRI, serta dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus dari 7 divisi kerja ICMI Orda Bojonegoro.(sy)

