BOJONEGORO – Rencana pesta Sound Horeg di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, justru memantik gunjingan warga.
Di tengah persiapan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026, muncul dugaan penggempuran pada bagian jembatan yang disebut akan menjadi akses kendaraan pengangkut perangkat sound system.
Informasi tersebut membuat warga mempertanyakan kondisi fasilitas umum di Dusun Trasah, RT 04/RW 01, Desa Bayemgede.
Bagian sisi kanan dan kiri jembatan disebut telah digempur atau dibongkar.
Warga menduga penggempuran itu dilakukan agar kendaraan pengangkut perangkat Sound Horeg berukuran besar dapat melewati jalur tersebut dengan lebih mudah.
Persoalannya, jembatan tersebut disebut sebagai fasilitas umum sekaligus aset pemerintah.
Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, siapa yang mengizinkan perubahan pada bagian jembatan tersebut dan apakah tindakan itu sudah melalui prosedur resmi.
“Ini akan ada Sound Horeg, tapi kok malah merusak fasilitas umum. Ini jembatan aset pemerintah, sekarang malah merusak fasilitas umum,” ujar salah seorang warga berinisial ASD, Jumat (4/9/2026).
Warga menilai persoalan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Jika benar bagian jembatan sengaja digempur untuk membuka akses kendaraan pengangkut Sound Horeg, maka harus ada kejelasan mengenai dasar, izin, serta pihak yang bertanggung jawab.
Menurut warga, fasilitas umum semestinya dijaga karena keberadaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Terlebih, pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur publik pada dasarnya berkaitan dengan penggunaan anggaran pemerintah.
Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi teknis terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Selain memastikan status dan kondisi jembatan, pemeriksaan juga dinilai penting untuk mengetahui apakah penggempuran tersebut berpengaruh terhadap keamanan jembatan maupun keselamatan kendaraan dan warga yang melintas.
Warga pada dasarnya tidak mempersoalkan kegiatan hiburan apabila penyelenggaraannya memenuhi ketentuan.
Namun, mereka berharap sebuah acara tidak justru meninggalkan persoalan baru, terutama jika berkaitan dengan fasilitas publik.
Masyarakat juga meminta seluruh pihak memastikan jalur kendaraan pengangkut perangkat Sound Horeg tidak mengorbankan infrastruktur maupun lingkungan sekitar.
Jika terdapat izin atau persetujuan untuk melakukan perubahan pada jembatan, warga meminta informasi tersebut disampaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Sebaliknya, jika perubahan tersebut dilakukan tanpa izin, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara mengenai dugaan penggempuran atau pembongkaran sisi jembatan tersebut.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada penyelenggara kegiatan serta instansi pemerintah terkait untuk memperoleh penjelasan dan memastikan fakta di lapangan secara berimbang. (Edi)


